Aku masih disini, berdiri di tempat paling tinggi, disini.
Dijalan jantung negeri ini
Biarkan aku menulis, biar nasib tetaplah nasib
Biar kan anak-anak itu bersyukur atas air laut yang sebentar itu
Biarkan mereka bahagia.
Kita juga masih disini
Berjingkat-jingkat
Bersyukur pun kita masih terhina
Lalu kenapa memaki
Rasakanlah ...
Perlahan air berwarna kopi susu itu mulai merayap menggelitik bulu kaki ku
Ah, mungkin dia menyapa, biarkan saja ...
Biarkan seperti ini, biar ada cerita untuk lusa
 |
| Pasang keling di atas jalan kelemantan |